Rabu, 23 Maret 2016

Me and Mom Story

Mungkin nanti aku akan menjadi orang paing harap-harap cemas saat anak gadisku bercerita tentang seorang lelaki yang akan menjadi imamnya.. Seperti beliau.

Mungkin.. Nanti aku akan menjadi orang yang paling rempong sedunia mempersiapkan pernikahan anak gadisku.. Sampai rambut ini beruban. Seperti beliau..

Mungkin.. Nanti aku akan menjadi yang paling khawatir dengan kondisi anak gadisku selama kehamilannya.. Rutin menelfon untuk tahu kondisinya. Seperti beliau.

Mungkin.. nanti aku akan menjadi orang paling rempong mempersiapkan pernak pernik bayi, menjelang kelahiran cucu, tanpa anak gadisku tau.. Seperti beliau.

Mungkin.. nanti aku akan memasakkan anak gadisku makanan-makanan dengan gizi tinggi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin yang ada dalam rahimnya. Seperti beliau.

Mungkin.. nanti aku akan menjadi orang paling siap membantu apapun yang anak gadisku butuhkan saat dia harus berjuang melawan maut demi bayi yang ada di perutnya... Menyediakan tanganku untuk diremasnya. Seperti beliau.

Mungkin.. nanti aku akan menjadi orang paling standby mengajarkan anak gadisku hal-hal remeh temeh tentang perawatan bayi. Membantunya mengurus bayi yang mungkin akan membuatnya stress. Seperti beliau.

Mungkin.. Nanti aku akan mengurus semua pekerjaan rumah tangga anak gadisku saat ia masih dalam pemulihan pasca persalinannya.. Seperti beliau.

Mungkin.. Nanti aku akan menjadi orang yang paling siap mengasuh cucu saat anak gadisku begitu lemah dan tak berdaya dalam sakitnya. Seperti beliau.

Mungkin.. Nanti aku tak pernah lupa membeli beberapa potong baju-baju kecil saat jadwal belanja bulanan tiba. Seperti beliau.

Mungkin.. Nanti aku akan melakukan apa saja untuk anak gadisku, meski prioritas baktinya sudah berpindah untuk suaminya, bukan lagi untukku dan suamiku.. Seperti beliau..

Mungkin...
Kalau masih ada umur..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar