Jumat, 06 November 2015

Kutitipkan Mereka pada-Mu

Ada satu status Pak Ustadz Adriano Rusfi yang ngena banget.

Sungguh, andai karakter dan kualitas anak-anak kita sangat bergantung pada pola pengasuhan dan pendidikan yang kita lakukan terhadap mereka, tentulah kita hanya akan menghasilkan anak-anak gagal belaka.

Ya, karena begitu minimnya ilmu pengasuhan kita, begitu buruknya keteladanan yang kita berikan, begitu inkonsistennya kita dalam mendidik, dan begitu emosionalnya kita dalam menghadapi mereka.

Namun, untunglah Allah tak lalai mendidik anak-anak kita, lewat hikmah, lewat ilham, lewat hidayah. Maka, marilah rajin memohon pada Allah, agar Ia senantiasa memandu kita dalam membimbing amanah ini.

Entah ya, saat ada hal keren yang dilakukan anak, ada kalanya terbersit rasa bangga. Bangganya bangga sama diri sendiri gituh. "Aduh anak hasil didikan gue soleh/solehah banget sih". Dan kemudian dicerita-ceritain ke orang lain. "Anak gue begini begini begini loh...". Dengan tetap terbersit dalam hati, "Didikan gue ni. Anak lo bisa ga..?". Hahaha. Sombong banget kalo itu mah ya. Tapi da tetep we suka ada, walaupun sedikit. Nah hal-hal kayak gini nih yang bisa membanting nilai seorang ibu di hadapan Allah. Nah loh berabe kan urusannya.

Padahal yah, seperti yang dibilang pak adriano rusfi.. Peran Allah jaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh (a-nya sepanjang mungkin deh), jauh lebih dominan dibanding hal remeh temen yang kita lakukan ke si anak. Allah yang menjaganya. Allah yang memberinya potensi. Allah yang mengilhaminya. Allah yang... hampir semuanya. Kita mah da apa atuh.

Maka merugilah, kalo ada bersitan-bersitan kesombongan dalam hati. Na'udzubillah. Kalo kata seorang teman, Bunda Ula, kita jadi istri/ibu mah udah kepalang basah. Jadi emak-emak capek kan ya? Bangett. Jadi emak-emak berat kan ya? Bangett.. Nah kalo ga bisa ke surga gara-gara kesombongan itu, alangkah meruginya kita.

Btw jadi inget diskusi jaman dahulu kala sama sahabat-sahabat Ashabul Kahfi, tentang beberapa teman-teman shalih kami yang ketika kecil orang tuanya sibuk berdakwah. Kok bisa yah anaknya tetep baik padahal orangtuanya sibuk? Sebenernya multifaktor sih. Satu benang merah yang bisa diambil : kekuatan doa. Ada teman yang cerita, ibunya selalu menyebut nama anak-anaknya satu per satu dalam doanya *ini siapa yang cerita ya lupa hahaha*. Masyaallah yah..

Maka, jangan pernah lupa menitipkan anak-anak kita pada Allah melalui doa. Terutama ketika kita ngerasa nggak bisa maksimal mendidik anak yah, entah karena alasan eksternal atau internal. Allah tau seberapa besar ikhtiar kita. Allah tau seberapa besar pengorbanan kita. Allah tau seberapa berat masalah kita. Dan Allah tau seberapa ikhlas kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar