Minggu, 27 September 2015

Asma Tsabita

Ini nama anak pertama kami. Dulu banyak yang nggak sreg gitu sama namanya. Mulai dari artinya yang kaya penyakit, sampe nama panjangnya yang pendek banget. Tapi saya termasuk orang yang kalo udah punya mau bakal kekeuh. Jadi we, namanya tetep itu. Tadinya sebenernya emang 3 kata. Tapi abinya asma nggak sreg sama kata keduanya. Ya udah jadinya namanya itu.

Waktu saya kuliah dulu, kami putri-putri ITB terdoktrin untuk menjadi tangguh di antara para cowo. Dan ikon shahabiyah tangguh adalah Asma binti Abu Bakar. Eh padahal yah, jadi akhwat elektro itu *harusnya* malah kaya princess banget loh. Berhubung banyak cowo, jadi gawean2 yang berat ya dikerjain cowo2 *harusnya loh ya*. Beda sama cewe-cewe farmasi yang kudu ngangkut galon sendiri. Wkwkwk.

Nah, tapi sosok Asma binti Abu Bakar udah terlanjur jadi panutan buat saya. Beliau yang menenangkan kakeknya saat Abu Bakar hijrah tanpa meninggalkan harta. Beliau yang mengantar makanan kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan ayahnya ke atas bukit, dalam kondisi hamil (kalo usia berapanya cari sendiri ya, hehehe). Beliau yang menyaksikan anaknya disalib oleh pemerintah zhalim. Beliau yang hidup selama 100 tahun dan tanpa pikun. Pokoke strong banget dah. And she really really inspired me. Dan sejak kuliah saya pengen kalo punya anak saya namain Asma.

Nah kalo tsabita, diambil dari hadits yang bunyinya "yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii 'alaa diinik" *gw ga bisa ngetik arab :p
Yang artinya, Wahai Yang Maha Membolak balik Hati, teguhkan hati kami dalam agama-Mu. Jadi tsabita ini artinya teguh, kokoh.

Kalau berdasarkan urutan nama-nama yang dianjurkan dalam Islam, nama orang-orang shalih ini jadi prioritas. Karena kan anakku cewek ya, ga mungkin dinamain Abdullah, Abdurrahman, atau nama-nama nabi. Jadi pada akhirnya kita panggil si kecil dengan Asma.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar