Minggu, 27 September 2015

Abdurrahman Salim

Nyari nama cowo kayanya lebih gampang ya. Tapi prakteknya ga segampang itu juga. Nama anak kedua kami juga nggak lepas dari polemik *ngga segitunya juga kalee*.

Saya sama suami ini orangnya emang konvensional banget. Baca-baca tentang penamaan anak dalam Islam, ya udah ambil aja nama dari situ. Karena nama yang paling dicintai Allah itu Abdullah dan Abdurrahman, ya buat namain anak laki-laki kami, kita ambil aja salah satunya. Simpel. Hahaha. Abinya sih yang menetapkan nama Abdurrahman ini.

Dan nama Salim ini bukan Saliim, tapi Saalim. Diambil dari nama seorang sahabat. Kalau di buku 60 sirah sahabat, beliau ini diceritakan di urutan 60. Yak, halaman-halaman terakhir buku. Dan satu-satunya yang namanya Salim. Panjangnya Salim Maula Abu Huzaifah. Beliau ini satu dari empat sahabat yang direferensikan langsung oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam untuk belajar Al-Qur'an. Yak, beliau ini ahlul Qur'an. Artinya? Beliau juga Ahlullah. Beliau pun seorang syuhada. Masyaallah.. Setelah baca sirohnya, kita jadi excited gitu deh.. Jadilah diambil buat nama anak.

Trus panggilannya?
Abdurrahman.
Yak, Abdurrahman. Bukan Abdur, bukan Rahman, bukan Salim.
Panjang ya? Hahaha. Ya emang. Orang-orang pun bingung kalo mau manggil. Yang lain terserah sih mau manggilnya apa. Cuma, kalo kami orangtuanya, tetep manggilnya Abdurrahman. Nama yang paling dicintai Allah.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar