Sabtu, 03 Oktober 2015

Rumah Sakit dan Aurat

Beberapa kali harus berurusan dengan rumah sakit, membuat saya menambahkan kriteria pada rumah sakit ideal versi saya. Kriteria itu adalah menutup aurat pasien. Mungkin belum banyak di antara masyarakat yang cukup aware dengan satu hal ini. Dan karena itu pula, sangat amat jarang sekali ditemukan rumah sakit yang juga berikhtiar memperhatikan aurat pasien. Saya khususkan di kondisi persalinan dan semacamnya aja ya.

Rumah sakit ideal yang pernah saya rasakan sangat memperhatikan itu adalah Jakarta Islamic Hospital (JIH) Al-Fauzan. Di rumah sakit ini memang kita tidak diberikan baju ganti saat akan dilakukan tindakan, dalam kasus saya dulu adalah persalinan. Tapi saya merasakan kenyamanan di sana. Semua tenaga medisnya perempuan. Dan, seingat saya, saat ada dua pasien atau lebih yang berada di ruang persalinan, pengantar pasien yang berlainan jenis diminta untuk tidak masuk ruangan. Pokoke terjaga banget deh.

Hal tersebut yang tidak saya temukan pada beberapa rumah sakit lain yang pernah merawat saya. Jelas sih, bosnya JIH, dokter Prita kan paham banget sama yang beginian ya. Di blognya aja beliau pernah cerita tentang ikhtiar beliau menutup aurat saat harus menjadi koas di stase bedah. Dan alhamdulillah, saya senang sekali, tidak ada 'rasa bersalah karena tidak sengaja menampakkan aurat' saat saya melahirkan di sana.

Tapi ya itulah. Rumah sakit seperti itu saya baru menemukan satu itu. Kalau pada akhirnya harus dirawat di rumah sakit lain, mau tidak mau harus ada ikhtiar lebih yang harus dilakukan pasien. Minimaaal banget, harus bawa sarung dan jaket, atau kerudung yang panjang sekali untuk menutupi lengan.

Waktu pertama melahirkan, di JIH, saya nggak kepikiran sama sekali tentang itu. Tapi ya emang di sana aurat terjaga. Jadi ya rasanya semua baik-baik saja. Nah di rumah sakit-rumah sakit berikutnya, ternyata baju ganti yang diberikan itu baju pendek, bahkan ada yang bawahannya pendek. Dan, di banyak rumah sakit, karena ruang persalinan atau ruang observasi itu isinya beberapa bilik, jadi banyak juga laki-laki yang berseliweran, baik itu tenaga medis maupun penunggu pasien.

Jadi yah, untuk muslimah, sebaiknya survey baik-baik sebelum melahirkan atau tindakan semacamnya. Persiapkan semaksimal mungkin alat tempurnya. Kalau pakai jaket ribet, sebaiknya kerudungnya pakai yang bisa nutup lengan. Daan, adanya suami sangat sangat membantu dalam hal ini. Karena, nggak ada orang yang lebih menjaga aurat kita selain suami..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar